oleh

9 Hari Jelang Pencoblosan, Elektabilitas Panca-Ardani Unggul di Pilkada Ogan Ilir

LAJU SUMSEL, PALEMBANG -- Paslon No 1 Panca-Ardani makin unggul di detik-detik 9 hari lagi menjelang pilkada 9 Desember. Peluang paslon no 1 ini makin jelas terlihat bahkan merekapun berada di atas angin. 

Masyarakat jelas berbicara bahwa pada hari pencoblosan akan memilih putra bungsu Wagub Sumsel H Mawardi Yahya. Pasalnya masyarakat tak puas atas kinerja petahana saat memimpin yang mencapai angka survei 40 persen.
 
Paslon  yang memakai jargon Ogan Ilir Bangkit ini sangat berpotensi menang dan unggul dari paslon Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak (Ilyas-Endang).
 
Hal ini terungkap dalam release temuan survei Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) dalam tajuk Menakar Kekuatan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ogan Ilir di Hotel Santika Palembang, Senin (30/11). 
 
 
Temuan survei terakhir didapatkan pada pertanyaan terbuka (top of mind), elektabilitas Panca-Ardani (53 %) dan Ilyas-Endang (25,6 %) serta massa yang belum menentukan pilihan (21,4 %).
 
Uji simulasi pada pertanyaan tertutup dengan menyebutkan dua nama paslon bupati dan wakil bupati masih menempatkan Panca-Ardani unggul dengan elektabilitas 61,7 % dan Ilyas-Endang 31,1 % serta massa yang belum menentukan pilihan 7,2 %. 
 
Uji simulasi dengan menggunakan spesimen kertas surat juga terlihat konsistensi elektabilitas Panca-Ardani unggul dari Ilyas-Endang dengan posisi Panca-Ardani (61,8 %) dan Ilyas-Endang (31,8 %) serta massa  yang belum menentukan pilihan (6,4 %),” beber Direktur Eksekutif LKPI, Arianto.
 
Lebih lanjut, lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini mengatakan, kuatnya tarikan elektoral Panca-Ardani salah satunya disebabkan tingkat dikenal (popularitas) dan kesukaan (akseptabilitas) dua paslon ini lebih baik dari Ilyas-Endang.  
 
Secara perorangan, Panca Wijaya Akbar memiliki popularitas (96,8 %) dan akseptabilitas (95,9 %), sedangkan Ilyas Panji Alam popularitasnya (98,3 %) dan akseptabilitas (91 %). 
 
Endang PU Ishak popularitasnya (76,7 %) dan akseptabilitas (81,9 %) dan Ardani dengan popularitas (76,2 %) dan akseptabilitas (84,7 %). 
 
Popularitas dan akseptabilitas yang baik lanjut mantan kordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini merupakan modal awal bagi paslon untuk meraih elektabilitas yang tinggi.  
 
Panca Wijaya Akbar tergambar dari temuan survei memiliki sentimen yang lebih positif  dari segi popularitas dan akseptabilitas dibandingkan Ilyas Panji Alam dan Endang PU Ishak. 
 
Di samping itu, masyarakat Kabupaten Ogan Ilir menjatuhkan pilihannya kepada Panca-Ardani beralasan bahwa paslon Panca-Ardani diyakini bisa membawa perubahan yang lebih baik ke depan  terhadap Kabupaten Ogan Ilir dan Putra Mawardi Yahya serta kesamaan partai yang dipilih masyarakat dengan paslon yang diusung.
 
“Keunggulan Panca Wijaya Akbar dari segi popularitas dan akseptabilitas di masyarakat sangat positif. Artinya, secara statistik ada keunggulan tingkat kesukaan di masyarakat yang lebih baik pada  diri Panca Wijaya Akbar. Ini modal besar untuk meraih elektabilitas yang tinggi. Tak hanya itu, pergerakan Tim Sukses/Tim Pendukung/Relawan paslon Panca-Ardani sangat luar biasa yakni mencapai 70,3 %,” terang pria yang biasa disapa dengan nama Iyan ini optimis.
 
Tingginya elektabilitas Panca-Ardani yang sudah tembus diatas 50 % ini lanjut mantan auditor survei konvensi capres Parta Demokrat ini akan sulit dikejar paslon  Ilyas-Endang.  
 
Hal ini disebabkan jarak (inteval) elektabilitas yang sudah berada di angka 30 %. Selain itu, waktu yang tersisa sudah semakin dekat pemilihan digelar, hanya bersisa sembilan hari. 
 
Dengan jarak elektabilitas yang dapat dikatagorikan secara statistik unggul signifikan tersebut, maka paslon Panca-Ardani berpotensi besar keluar sebagai pemenang pada pesta demokrasi yang akan dilangsungkan 9 Desember 2020. 
 
Survei  yang dilakukan dengan melibatkan 840 responden yang tersebar di seluruh kabupaten Ogan Ilir dengan marjin of error +/-3, 5 % dengan selang kepercayaan 95 %. Metode penelitian dengan menggunakan multistage random sampling dan peneliti lapangan semuanya berstatus mahasiswa.
 
"Apalagi berdasarkan survey banyak masyarakat tidak puas dan kecewa dengan kinerja pemerintah kala itu atau sang petahana, angkanya sampai 40 persen. Bahkan saat diwawancarai ditanya siapakah yang akan dipilih saat hari H pencoblosan?, para responden jelas menyebutkan nama Panca-Ardani. Sementara untuk swing voters atau suara mengambang hanya 6,4 persen. Alasan masyarakat memilih Panca-Ardani karena berkeinginan OI memiliki perubahan lebih baik. Meskipun dalam suasana covid ini dipastikan antusias pemilih lebih tinggi dalam pilkada OI ini. Ya bisa kita lihat dari tingginya angka survei ini ibaratnya Paslon No 1 Panca Wijaya Akbar-Ardani ini 'siap dilantik' saja," jelasnya.
 
(red/hen)
Sertifikat
Penghargaan HD
Jon Heri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments