oleh

Rumah Zakat Bersama Conten Creator Rondoot Galang Dana Untuk Yatim Pengahafal Quran

-Sosial , dibaca 453 x

LAJU SUMSEL -- Hari Jumat bagi umat islam memiliki banyak keutamaan, salah satunya sedekah. Rumah Zakat bersama konten creator Rendy Aditya Perdana akun IG @rondoot melakukan campaign sedekah Jumat berkah (11/12).

Melalui akun IG @rondoot selebgram asal Palembang ini mengumpulkan dana sedekah untuk yatim pengahafal quran program Bersama Rumah Zakat.
 
“Keutamaan sedekah di hari jumat itu pahalanya kayak sedekah di bulan ramadhan loh. Apalagi kita sedekah buat anak yatim yang lagi ngapalin quran. Semoga jadi amal jariyah buat kita”, ujar pemilik akun IG @rondoot ini.
 
Ia bersama adiknya Mutiara Ratu Balqis Jenita yang masih berumur 6 tahun melakukan penggalangan dana sedekah secara online melalui platform rumahzakat.org/l/infakyatimpenghapalquran/.
 
 
“Yuk Sobat kita sisihkan harta kita mumpung dihari jumat ini untuk anak yatim pengahafal quran Bersama Rumah Zakat. Semoga harta yang kita sisihakan menjadi amal jariah dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia," pungkas pemuda keturunan Minang dan Bugis ini.
 
Sementara itu Deki Juniansyah, atau biasa disapa Deki adalah anak terakhir dari 4 bersaudara. Ayahnya meninggal saat ia berusia 5 tahun.
 
Sejak ayahnya meninggal, ibu Deki yaitu Bu Enung membuka warung nasi di depan pabrik, namun tak lama tutup karena pabriknya pindah. Bu Enung juga bekerja sebagai pengajar TPA di masjid dekat rumahnya. 
 
“Cuma ini yang bisa saya lakukan untuk mendapatkan penghasilan demi pendidikan anak-anak saya, biar tidak tergantung dari pensiunan ayahnya saja,” kata Bu Enung.
 
Namun lima bulan lalu Bu Enung terkena serangan stroke yang menyebabkan ia tidak bisa berjalan selama beberapa waktu. Kesulitan Bu Enung dirasakan juga oleh Deki, harapannya saat ini hanyalah ingin ibunya bisa sehat seperti sediakala
Kini Deki menempuh pendidikan di Pesantren Amal Jama’i, Kabupaten Sukabumi, untuk menyelesaikan hafalan Al Quran 30 juz.
 
“Ingin meringankan beban ibu,” katanya saat ditanya alasan ia masuk pesantren. Dengan semangat itu meski baru satu bulan Deki di pesantren, tapi sudah mulai lancar membaca al quran dan memiliki hapalan 2 juz.
 
Namun Saat ini lembaga pendidikan Dimana Deki dan yatim dan dhuafa lainnya menghafal Quran membutuhkan bantuan untuk keberlangsungan proses belajarnya. 
 
Pesantren ini tidak memungut biaya bagi mereka yang kurang mampu. Semakin bertambahnya jumlah peserta didik maka semakin besar pula kebutuhan untuk biaya operasional, seperti makan, asrama, dan kafalah pengajar.
 
(red/mk)
Sertifikat
HKN
STIa
SKM Unsri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments