oleh

Pasar Dempo Permai Masih Sepi Pembeli, Meski Saat Ini Puncak Musim Kopi

-Ekonomi, dibaca 557 x

LAJU SUMSEL, PAGAR ALAM -- Meski masa panen kopi sedang berlangsung dan berada pada masa puncaknya, namun roda ekonomi kota Pagar Alam masih melamban.

Pantauan di lapangan, sentra-sentra ekonomi masih belum nampak peningkatan aktivitas jual beli.
 
Seperti kondisi pasar Dempo Permai yang merupakan pusat jual beli pakaian jadi, terpantau masih sepi pembeli dan banyak toko yang sengaja ditutup oleh pemiliknya.
 
Ismail (40), salah seorang pedagang di pasar Dempo mengeluhkan intensitas jual beli yang masih sepi meskipun masa panen kopi tengah berlangsung.
 
Dikatakannya, kondisi seperti ini memaksa banyak teman sprofesinya di pasar Dempo Permai lebih memilih menjajakan dagangan ke pasar-pasar mingguan yang di kenal dengan istilah pasar kalangan.
 
"Dari pada sepi pembeli lebih baik keliling jual pakaian ke kalangan," ungkapnya, Sabtu (26/6/2021).
 
Strategi seperti ini (berdagang di kalangan-red) lanjut Ismail adalah upaya para pedagang untuk bisa bertahan di tengah kondisi ekonomi seperti saat ini.
 
"Bisa dilihat banyak toko yang sengaja ditutup sebab para pemiliknya banyak berjualan di kalangan," tambahnya.
 
Selain itu kata Ismail, rata-rata pedagang pakaian jadi banyak yang terpaksa menghutangkan dagangannya yang biasanya ditagih saat musim panen kopi tiba.
 
Mata pencaharian dan pekerjaan masyarakat kota Pagar Alam yang mayoritas petani kopi yang hasilnya setahun sekali memang mengharuskan strategi berdagang yang lain dari kabupaten/kota di provinsi Sumatera Selatan. Ada pedagang yang bertahan dengan strategi ini namun banyak pula yang akhirnya bangkrut gulung tikar.
 
Laporan: Taufik Hidayat
 
Sertifikat
HKN
STIa
SKM Unsri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments