oleh

Sebut Gubernur HD Bapak Pemerataan Pembangunan, Warga Muratara nyatakan Puas Atas Kinerja HD-MY

-Sumsel Maju, dibaca 174 x

LAJU SUMSEL, PALEMBANG -- Kerja keras Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru mewujudkan Sumsel Maju untuk semua dengan sederet program pemerataan pembangunan semakin nyata di lapangan. Tak heran, orang nomor wahid di Bumi Sriwijaya tersebut didaulat oleh banyak kalangan sebagai Bapak Pemerataan Pembangunan Sumsel. 

Hal ini bukan tanpa alasan. Di bawah kepemimpinan pasangan Herman Deru dan Mawardi Yahya atau HD-MY, pembangunan di Sumsel kian gencar hingga ke pelosok daerah di 17 Kabupaten dan Kota. 
 
Pembangunan tersebut tidak hanya bersifat fisik seperti jalan, jembatan dan fasilitas umum lain, tetapi yang lebih penting adalah pembangunan manusianya.
 
Iwan Setiawan (34), salah satu warga di Kacamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menuturkan sejak kepemimpinan Herman Deru, Muratara telah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dirinya menyebut sejumlah Bantuan Gubernur (BanGub) yang dialokasikan untuk pembangunan di daerahnya.
 
"Daerah kami ini termasuk yang paling muda di Sumsel. Delapan tahun silam, sejak Muratara resmi berdiri otonom sebagai daerah baru, pisah dari induknya Musi Rawas, Alhamdulillah kondisinya semakin baik. Apalagi dengan bantuan dan dorongan dari Pak Gubernur Herman Deru, kami sangat berterimakasih. Hari ini akses jalan semakin mulus," ungkap Iwan saat ditanya awak media, Rabu (22/09).
 
Merujuk pada data Pemerintah Provinsi Sumsel, pembangunan infrastruktur berasal dari APBD Prov Sumsel dan BanGub Muratara di tahun 2019 dengan 5 kegiatan dengan total alokasi dana sebesar Rp. 29.127.411.000. Kemudian di tahun 2020 dengan 10 kegiatan pembangunan dengan total dana Rp. 46.788.939.079. Total kegiatan yaitu 15 kegiatan pembangunan di Muratara yang disupport Pemprov Sumsel.
 
Pembangunan tersebut dilakukan untuk meningkatkan konektivitas Muratara dengan daerah sekitarnya dan dengan pusat-pusat pelayanan pemukiman. Selain itu juga untuk meningkatkan akses masyarakat antar desa dan kecamatan, pemeliharaan jalan poros, dan peningkatan jalan.
 
"Hari ini kondisinya semakin baik, kita tidak begitu sulit untuk melakukan aktivitas di luar daerah. Salah satu manfaatnya ongkos transportasi tidak begitu mahal seperti dulu sebelum jalan mulus. Lalu harga-harga juga relatif stabil. Ini semua berkat adanya akses transportasi yang sudah semakin baik," terang Iwan.
 
Di tempat terpisah, Sulaiman yang juga warga Muratara mengungkapkan hal serupa. Dirinya menyoroti penanggulangan banjir musiman yang kerap dia rasakan terutama pada musim penghujan. Menurutnya, dengan adanya bantuan dari Gubernur berupa normalisasi sungai, banjir musiman yang biasa terjadi akibat luapan sungai sudah bisa diminimalisir.
 
"Program penanggulangan banjir dengan normalisasi sungai dari Pak Gubernur Herman Deru sudah kami rasakan manfaatnya. Selain itu, kualitas infrastruktur dasar macam pengembangan dan peningkatan kualitas layanan air bersih dan perumahan juga kami rasakan semakin baik kondisinya. Terimokasih pak Gubernur," jelas Sulaiman.
 
Dari sisi fasilitas pendidikan, lanjut Sulaiman, juga tak lepas dari perhatian Herman Deru. Fasilitas gedung dan layanan pendidikan terutama tingkat menengah atas, kondisinya semakin baik. 
 
"Apalagi sejak ada pandemi, anak-anak kami belajar daring, susah sekali jika tidak ada internet desa. Ini program yang sangat terasa bagi kami warga dusun. Hanya saja memang kadang ada kendala teknis, macam aksesnya lambat atau gangguan sinyal. Ya semoga ke depannya semakin bagus. Secara umum kami cukup puas dengan kinerja beliau," tukasnya.
 
Diketahui, pada HUT Muratara yang ke-8, guna mempercepat pembangunan Muratara di segala sektor, Gubernur Herman Deru memberikan kado istimewa di hari jadi Muratara tersebut, berupa dana yang bersumber dari Bantuan Gubernur (BanGub) Rp 55 Miliar ditahun 2021. Dana ini salah satunya untuk membangun pasar induk, tujuannya untuk meningkatkan aktivitas ekonomi warga Muratara termasuk menjaga stabilitas harga pangan.
 
Kabar baiknya lagi, Provinsi Sumsel terpilih sebagai penerima dana bantuan hibah dari pemerintah Amerika Serikat untuk pembangunan infrastruktur serta pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui bantuan luar negeri program Millennium Challenge Compact (MCC) dari Amerika Serikat.
 
(ril)
 
Sertifikat
HKN
STIa
SKM Unsri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

0 comments